Assalamualaikum Wr. Wb.
Cheng Ho adalah laksamana dari Kerajaan Dinasti Ming yang melakukan ekspedisi ke beberapa belahan dunia untuk melakukan perdagangan rempah-rempah dan kain sutra maupun misi damai menyebarkan agama Islam melalui jalur laut. Selain itu Cheng Ho mewariskan peta navigasi yang cukup modern dan membawa kebudayaan dari tempat yang ia kunjungi. Seperti yang kita ketahui, Cheng Ho adalah kasim Muslim yang dipercaya oleh kaisar pada waktu itu. Laksamana Cheng Ho memiliki armada yang besar dan banyak dalam melakukan ekspedisinya. Ekspedisi tersebut dilakukannya sebanyak 7 kali dan hingga sampai pada Benua Afrika. Armada Cheng Ho berhubungan erat dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara atau Indonesia. Contohnya Kerajaan Samudra Pasai di Aceh, Kesultanan Cirebon, hingga Kerajaan Majapahit. Jejak peninggalannya di Indonesia juga cukup banyak, salah satu contohnya adalah Klenteng Sam Po Kong di Semarang maupun gong yang berada di Aceh.
Lantas mengapa di Jember terpilih sebagai salah satu kota yang dibangun Masjid Muhammad Cheng Ho? Dari penduduk Jember 10% adalah orang keturunan Tionghoa dan -+250 orang diantaranya adalah beragama Islam, bagi warga keturunan Tionghoa yang tergabung dalam Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jember yang banyak tinggal di Sempursari, memiliki pusat kegiatan ritual keagamaan adalah hal wajib. Tujuannya, agar bisa sering berkumpul dalam suasana kekeluargaan, tanpa harus canggung dalam menjaga ibadah dan kegiatan sosial lainnya. Memang selama ini, kegiatan ritual warga PITI Jember banyak dilakukan secara individual di rumahnya, dengan keluarga dan kolega terbatas. Di Jember terdapat perkumpulan yang bernama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Masjid ini dibangun dengan tujuan agar anggota PITI dapat sering berkumpul tanpa harus canggung dalam melakukan ibadah dan kegiatan sosial lainnya. Seperti yang kita ketahui banyak anggota PITI yang selama ini melakukan ibadah di rumahnya sendiri bersama keluarga dan anggota lainnya. Tetapi Cheng Ho sendiri tidak pernah mengunjungi jember.
Keberadaan masjid ini adalah salah satu bukti bahwa Kota Jember menerima setiap kebudayaan dan agama dengan tangan terbuka. Masjid Cheng Ho berlokasinya di belakang kantor Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates yang berada di Jalan Hayam Wuruk atau bisa juga melalui Jalan Majapahit di belakang Carrefour. Tanah tempat masjid ini dibangun merupakan tanah negara yang dihibahkan. Aku mengunjungi Masjid ini pada tanggal 23 Maret 2017, saat itu masjid ini telah selesai dibangun. Masjid Cheng Ho Jember ini diresmikan, pada hari Minggu, 13 September 2015 setelah tiga tahun pembangunan. Masjid ini menjadi Masjid Cheng Hoo kedelapan di Indonesia setelah Surabaya, Palembang, Pandaan, Purbalingga, Gowa, Samarinda dan Batam. Tanah kompleks masjid tersebut merupakan hibah dari Pemkab Jember, luasnya mencapai 5000 meter persegi, menjadikan luas kawasan masjid ini lebih luas dari Masjid Cheng Ho di Surabaya. Menurut Song Tjai, di sekitar masjid tersebut kelak akan dibangun Taman Kanak-kanak, lapangan olahraga, kantin, dan fasilitas lainnya.
Keberadaan masjid ini adalah salah satu bukti bahwa Kota Jember menerima setiap kebudayaan dan agama dengan tangan terbuka. Masjid Cheng Ho berlokasinya di belakang kantor Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates yang berada di Jalan Hayam Wuruk atau bisa juga melalui Jalan Majapahit di belakang Carrefour. Tanah tempat masjid ini dibangun merupakan tanah negara yang dihibahkan. Aku mengunjungi Masjid ini pada tanggal 23 Maret 2017, saat itu masjid ini telah selesai dibangun. Masjid Cheng Ho Jember ini diresmikan, pada hari Minggu, 13 September 2015 setelah tiga tahun pembangunan. Masjid ini menjadi Masjid Cheng Hoo kedelapan di Indonesia setelah Surabaya, Palembang, Pandaan, Purbalingga, Gowa, Samarinda dan Batam. Tanah kompleks masjid tersebut merupakan hibah dari Pemkab Jember, luasnya mencapai 5000 meter persegi, menjadikan luas kawasan masjid ini lebih luas dari Masjid Cheng Ho di Surabaya. Menurut Song Tjai, di sekitar masjid tersebut kelak akan dibangun Taman Kanak-kanak, lapangan olahraga, kantin, dan fasilitas lainnya.

Masjid Cheng Ho sendiri tak hanya digunakan sebagai sarana peribadatan, tapi juga meningkatkan syiar Islam, serta menambah satu destinasi wisata lagi di Jember. Seperti masjid Cheng Ho pada umumnya, masjid Cheng Ho Jember juga mempunyai ciri khas tersendiri. Luas bangunan induknya 350 meter persegi. Disamping kirinya berdiri menara yang cukup besar dengan luas 350 meter persegi. Menara ini berdenah segi delapan melambangkan keberuntungan dengan ketinggian lima lantai yang berbentuk kelenteng serta didominasi warna merah. Menara yang bertingkat lima tersebut melambangkan Rukun Islam dan Pancasila. Bangunan berukuran 11 x 9 meter. Angka 11 memiliki arti bahwa ukuran Ka’bah saat dibangun. Sedangkan angka 9 sebagai lambang Wali Songo, yang sngat berjasa besar dalam dakwah islam di Jawa.
Next time kalo ke jember, jangan lupa mampir ya!!! ^^
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Komentar
Posting Komentar